Pasar Properti Bekasi Diprediksi Tumbuh Positif Sepanjang Tahun 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:48:06 WIB
Pasar Properti Bekasi Diprediksi Tumbuh Positif Sepanjang Tahun 2026

JAKARTA - Optimisme terhadap sektor hunian di kawasan penyangga ibu kota kembali menguat menjelang 2026.

 Sejumlah indikator ekonomi, mulai dari pertumbuhan industri hingga dukungan kebijakan fiskal pemerintah, menunjukkan bahwa wilayah timur Jakarta masih menyimpan potensi besar bagi pengembangan properti residensial maupun investasi jangka panjang.

Wilayah Bekasi dinilai tetap prospektif sebagai tujuan hunian, khususnya bagi kelompok menengah, generasi milenial, serta profesional muda yang membutuhkan akses tempat tinggal terjangkau namun dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. 

Tren positif ini sejalan dengan peningkatan kinerja ekonomi daerah yang terus ditopang oleh kawasan industri, pembangunan infrastruktur, serta membaiknya daya beli masyarakat.

Pertumbuhan Pasar Hunian Masih Konsisten

Laporan yang dirilis oleh Cushman & Wakefield menyebutkan bahwa pasar properti Bekasi termasuk wilayah yang mengalami pertumbuhan sepanjang 2025. Dalam riset tersebut tercatat peningkatan suplai hunian rumah tapak mencapai 12 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Selain kenaikan pasokan, tingkat penjualan properti di Bekasi juga menunjukkan performa kuat. “Tingkat penjualan (sales rate) properti di Bekasi mencapai 95,8%, tertinggi kedua setelah Karawang,”dalam laporan riset. Angka ini mencerminkan permintaan yang tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi global menghadapi berbagai tantangan.

Konsistensi penjualan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan hunian di kawasan industri besar masih terus meningkat. Bekasi tidak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga berkembang sebagai kota tempat tinggal dengan fasilitas yang semakin lengkap.

Peran Industri Dan Infrastruktur Mendorong Permintaan

General Manager Harmoni Park Group, Ardian Hendra, menjelaskan bahwa posisi Bekasi sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia menjadi faktor utama pendorong permintaan properti. Ribuan perusahaan manufaktur nasional maupun multinasional beroperasi di kawasan ini dan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Aktivitas industri tersebut memicu arus urbanisasi yang berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti perdagangan, jasa, hingga pengembangan kawasan hunian. 

“Infrastruktur yang terus berkembang, mulai dari jaringan tol, akses logistik, hingga transportasi publik, semakin memperkuat posisi Bekasi sebagai kawasan hunian strategis penyangga Jakarta,” tutur Ardian.

Selain infrastruktur fisik, peningkatan kesejahteraan pekerja juga berperan penting. Kenaikan Upah Minimum Kabupaten Bekasi pada 2025 dinilai mampu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga memberikan dampak berantai terhadap sektor properti, terutama hunian komersial. 

“Seiring pertumbuhan ekonomi yang tinggi, UMK Bekasi tahun 2025 juga naik cukup signifikan. Kenaikan ini diharapkan mendorong daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap sektor properti,” ujarnya.

Insentif Pemerintah Ringankan Beban Pembelian Rumah

Di luar faktor ekonomi, kebijakan pemerintah turut menjadi pendorong optimisme pasar hunian. Penghapusan Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung pemerintah serta pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan untuk pembelian rumah dinilai membantu masyarakat dalam memiliki tempat tinggal.

Menurut Ardian, berbagai insentif tersebut mampu memangkas beban pajak pembelian rumah hingga sekitar 16 persen dari total nilai transaksi. Rinciannya, BPHTB dipangkas sebesar 5 persen, sementara PPN sebesar 11 persen yang sebelumnya direncanakan meningkat pada tahun berikutnya. Keringanan ini membuat harga rumah menjadi relatif lebih terjangkau bagi pembeli pertama maupun investor.

Kebijakan fiskal yang mendukung sektor perumahan juga memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya menjaga momentum pertumbuhan properti nasional. Dengan biaya akuisisi yang lebih ringan, minat masyarakat terhadap pembelian rumah diperkirakan tetap terjaga sepanjang 2026.

Strategi Pengembang Tangkap Momentum Pasar

Melihat peluang tersebut, pengembang mulai menghadirkan berbagai program pemasaran dan pilihan produk hunian. Harmoni Park Group, misalnya, meluncurkan program Harmoni Spekta 2026 yang menawarkan hunian real estat di lima proyek berbeda, yaitu Harmoni Park Bekasi, Harmoni Park Residence, Harmoni Pasir Mukti, Bukit Mas Residence, dan Zetira.

Pada salah satu proyeknya, Harmoni Park Bekasi menyediakan beragam tipe rumah seperti Aurora, Amour, Tropiska, dan Gisli dengan rentang harga mulai dari Rp300 jutaan hingga Rp800 jutaan. Variasi tipe dan harga tersebut dirancang untuk menjangkau kebutuhan konsumen dari berbagai segmen, terutama pembeli rumah pertama.

Strategi menghadirkan hunian terjangkau di lokasi strategis dinilai menjadi kunci mempertahankan daya tarik Bekasi. Kombinasi akses transportasi, kedekatan dengan kawasan industri, serta fasilitas penunjang kehidupan perkotaan membuat wilayah ini tetap kompetitif dibandingkan daerah penyangga lain di sekitar Jakarta.

Ardian menambahkan bahwa sinergi antara pertumbuhan ekonomi daerah, dukungan kebijakan pemerintah, serta inovasi produk dari pengembang akan menjaga stabilitas pasar properti Bekasi. Dengan kondisi tersebut, kawasan ini diyakini masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mencari hunian maupun peluang investasi pada 2026.

Prospek jangka panjang juga terlihat dari peran Bekasi sebagai bagian penting dalam jaringan metropolitan Jabodetabek. Selama aktivitas industri dan pembangunan infrastruktur terus berkembang, kebutuhan tempat tinggal diperkirakan tetap meningkat secara berkelanjutan.

Ke depan, tantangan seperti fluktuasi suku bunga atau dinamika ekonomi global tetap perlu diantisipasi. Namun, fondasi ekonomi lokal yang kuat memberi ruang optimisme bahwa pasar hunian di Bekasi mampu bertahan sekaligus tumbuh.

Dengan berbagai indikator positif tersebut, tahun 2026 berpotensi menjadi periode lanjutan pertumbuhan sektor properti di kawasan ini. Baik bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama maupun investor yang mencari nilai jangka panjang, Bekasi masih menawarkan peluang yang menjanjikan.

Terkini